Senin, Desember 13, 2010



mengapa diam dan tidak beranjak ,berlari mengitari awan 
utara pun bergegas menyapa selatan ..
menagih ucap pada lipatan lembayung
hati penuh jelaga ..tidak terbersihkan 
pudar membentang pada dinding kusam 
kuderai harap ketika seuntai kisah berdendang 
sujud menghamba padaNya.....
jika kelak  menutup mata dan tak terbuka lagi 
raih tongkat ini tuk menabur kasih 
lelah pun tergantikan 
kelak sang kekasih menjemput 
dalam elegi  tertuang pesan 
telah siap menanti gembira 
dalam hamparan kebaikan 
bersamaNya ...


Minggu, Desember 12, 2010

9 SITi

9 Siti yang patut dicontohi



1) Siti Khadijah - Beliau merupakan isteri Rasulullah s.a.w yg melahirkan anak2 Rasulullah, setia dan menyokong Rasulullah walaupun ditentang hebat oleh org2 kafir dan musyrik, menghantarkan makanan kpd Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira’.

2) Siti Fatimah - Anak Rasulullah yg tinggi budi pekertinya. Sangat kasih dan setia kpd suaminya Ali karamallahu wajhah walaupun Ali miskin. Tidur berkongsikan 1 bantal dan kdg2 berbantalkan lengan Ali.  

3) Siti A’ishah - Beliau isteri Rasulullah yg paling romantik. Sanggup berkongsi bekas makanan dan minuman dgn Rasulullah. Di mana Nabi s.a.w minum di situ beliau akan minum menggunakan bekas yg sama

4) Siti Hajar - Isteri Nabi Ibrahim yg patuh kpd suami dan suruhan Allah. Sanggup ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim atas suruhan Allah demi kebaikan. Berjuang mencari air utk anaknya Nabi Ismail (Pengorbanan seorg ibu mithali).

5) Siti Mariam - Wanita suci yg mmg pandai menjaga kehormatan diri dan mempunyai maruah yg tinggi sehingga rahimnya dipilih oleh Allah s.w.t utk mengandungkan Nabi Isa

6) Siti Asiah - Isteri Firaun yg tinggi imannya dan tidak gentar dgn ujian yg dihadapinya drpd Firaun Laknatullah

.7) Siti Aminah - Wanita mulia yg menjadi ibu kandung Rasullullah. Mendidik baginda menjadi insan mulia.

8.) Siti Muti’ah - Isteri yg patut dicontohi dan dijanjikan Allah syurga untuknya kerana setianya kpd suami, menjaga makan minum, menyediakan tongkat utk dipukul oleh suaminya sekiranya layanannya tidak memuaskan hati, berhias dgn cantik utk tatapan suaminya saja. 

9 ) Siti Zubaidah - Wanita kaya dermawan yg menjadi isteri Khalifah Harun Al-Rashid. Sanggup membelanjakan semua hartanya utk membina terusan utk kegunaan org ramai hanya niat kerana Allah s.w.t. 


jazakkalaahu sa'ad  2 note

Pemuda Kesturi

Nama pemuda ini adalah Abu Bakar Al Misky, yang tubuhnya selalu wangi seharum misyak miski.
Suatu hari ia ditanya: “Sungguh kami selalu mencium bau wangi darimu, apakah sebabnya?” Dengan bersahaja ia menjawab: “Demi Alloh sudah bertahun-tahun aku tidak memakai minyak wangi. Adapun aroma wewangi tubuh sebabnya begini.

Suatu ketika ada seorang wanita yang memperdayaiku. Ia memasukkan aku ke rumahnya lalu ia mengunci pintu-pintunya. Selanjutnya ia pun merayuku dengan berbagai cara untuk memperdayaiku dan menjerumuskanku.
Aku pun bingung dan tertekan dengan tipu dayanya, aku lalu berkata kepadanya, “Aku mau ke belakang terlebih dahulu”. Aku meminta ia mengirim pembantunya untuk menyertaiku ke toilet. Ia pun setuju. Ketika aku masuk kamar kecil, aku ambil kotoran dan aku lumurkan ke seluruh tubuhku.

Selanjutnya aku pun menemui wanita itu dalam keadaan yang berlumuran kotoran. Ia kaget melihatku, dan memerintahkan pembantunya untuk mengeluarkan aku dari rumahnya. Lalu aku pergi dan membersihkan diri.
Pada malam harinya aku bermimpi melihat seseorang berkata padaku: “Engkau telah melakukan apa yang belum pernah dilakukan seseorang selainmu. Sungguh aku menjadikan baumu wangi di dunia dan di akhirat.”
Maka, pada pagi harinya aku terbangun dengan aroma kesturi dari tubuhku, dan terus berlanjut sampai sekarang.”
————————————————————–>>>>>>

Subhanallah, betapa dahsyatnya balasan bagi seseorang yang selalu menjaga kesucian darinya? Alloh memuliakannya dengan anugerah terindah. Tubuhnya seharum kesturi sebagai buah akhlaq terpuji, menjaga taqwa diri meski rayuan syahwat menghampiri, dan mampu menjaga diri saat wanita cantik menawarkan diri.
Ia lebih memilih bermandikan kotoran bau dibandingkan mengikuti syahwat sang wanita.
————————————————————–>>>>>>
Thank's 2 sa'ad
Dulu aku setegar karang..
Berdiri tegak tak tergoyahkan..
Menantang segala kebathilan yang menghadang..
Memberantas kekufuran yang membentang..
Meneriakkan kebenaran dengan lantang..

Dulu ku begitu menjaga kehormatan..
Bertemu yang bukan mahrom ku tundukkan pandangan..
Berbicara pada yang tak sejenis ku kan keringatan..
Rasanya ingin lari dari hadapan..
Tak ingin bertemu tanpa hijab membentang.

Dulu ku idealis dalam pemikiran..
Segala sesuatu ku ukur dengan matang..
Benarkah telah sesuai dengan Sunnah dan Al-Qur'an..
Adakah perilakuku yang tak sejalan..
Jika ku tahu itu tak beanar, takkan ragu ku tinggalkan..

Tahu kah kenapa kawan..?
Karena ada kalian yang menjagaku dalam pengawasan..
Ada saudaraku yang senantiasa mengingatkan..
Ada saudaraku yang senantiasa menguatkan..
yah kalian saudara yangbterikat dalam kekuatan iman..

Ketika ku keceplosan..
Istigfar langsung kau katakan..
Ketika ku cengengesan..
Ku temukan senyum lembutmu yang mengingatkan..
Ketika ku sedih dalam tekanan..
Kau pun memelukku dengan penuh ketentraman..

Ada Murobbiyah yang selalu mengajarkan..
Betapa ku takut dan menyadari ada Allah yang diriku dalam pengawasan..
Bahwa semua gerak-gerikku akan dimintai Pertanggungjawaban..
Betapa hari-hariku hanya Rabbku dalam ingatan..
Selalu ada dzikir senantiasa terucap dari lisan...
Tapi itu dulu, ketika tanganmu dan tanganku masih bergandengan..
Ketika hari-hariku kulewati dalam majelis dzikir yang memberi ketentraman..

Namun sekarang kawan..
Tahukah diri ini mulai menjauh dari kebenaran..
Betapa mudah diri ini melakukan kemaksiatan..
Seolah lupa ada Allah yang selalu memberi pengawasan..
Celana gantung semakin memanjang..
Jilbab lebar berubah pendek dan mulai ku lilitkan..
Pikirku "Ah, gak papa di bandingkan yang lain, toh aku masih mendingan"
orang yang lebih buruk selalu menjadi dasar perbandingan..
Yah jelaslah ku kan semakin jauh meninggalkan..

Ketika pakaian modis semakin menarik untuk dikenakan..
Apa lagi ketika ku coba wajah ini makin tampan dan rupawan..
Hati goyah iman pun tak tenang..
Akhirnya pakaian syar'i pun mulai ku tinggalkan..
Dan ku menjelma menjadi pemuda zaman sekarang..

Hemm.. ada lagi yang menggoyahkan iman..
Diluar sana banyak lawan jenis yang menggiurkan..
Pengen rasanya mencoba gimana rasa pacaran..
Dan syaitan begitu lihai mengambil peran..
Di tampakkan di mataku betapa sempurnanya dia menjadi pasangan..
Wajah rupawan, juga sangat perhatian..
Mungkin inilah jodoh yang ditakdirkan..
Tapi ku harus tahu lebih dalam dengan penjajakan..
janganlah dikatakan pacaran..
Bagaimana kalo di ganti dengan ta'arufan..
Toh ini lebih islami ketimbang pacaran..

oh.. ternyata pacaran sangat menyenagkan..
Tiap hari ada yang memperhatikan..
Dapat SMS sayang dan selalu telponan..
Ada yang ingatin jika belum makan..
Ternyata ini asiknya punya pasangan..
Dan semua kemaksiatan mulai menjadi kebiasaan..
Alangkah Futur telah menggerogoti jiwa dan kehormatan..
Semua idealis dan keimanan seolah melayang..
Terutup oleh dunia dan semua semunya keindahan..
Sungguh syaitan menguasai hati dan telah mengambil peran..

Tahukah kenapa kawan?
Karena kini tak ada dirimu yang menjadi pertahanan..
Tak bersama kau saudaraku yang senantiasa mengingatkan..
Seolah diri ini telah luput dari pangawasan..
Ilmu tarbiyah tak melekat lagi dalam fikiran..
Majelis ilmu rasanya membosankan..
Bertemu ikhwan/akhwat serasa menjelma kampungan..
Pakaian syar'i terlihat begitu ketinggalan zaman..
Ilmu hilang imanpun melayang..

Betapa hati mulai digerogoti syaitan..
Ilmu syar'i malah jadi cemoohan..
Bahkan kadang ku mulai mengungkit-ungkit semua yang kau lakukan dalam kekhilafan..
Ku katakan dalam hati kau pun tak sesuci malaikat kawan..
Dan semua usahamu untuk menyadarkanku ku jadikan cemoohan..
Ah, apa urusanmu dengan hidupku sekarang..
Toh, kita semua akan mempertanggungjawabkan..

Kau heran dengan semua yang kualami dalam perubahan..
Busana syar'i ku berubah dan menghilang..
Pergaulanku berubah semakin jauh dari kebenaran..
Kau tanya ke mana semua ilmu yang ku dapatkan..
Ku katakan, telah melayang ke awang-awang..

Kini ku terjebak dalam liputan zaman..
Sungguh ku telah menjadi orang yang tergantikan..
Ku sesali ini namun begitu sulit ku tinggalkan..
Adakah kalian sudi mengulurkan tangan..
Kumohon tarik aku kembali dalam lingkaran..
Bantu aku kembali dalam keimanan..
Raih tanganku dalam genggaman..
Jangan biarkan ku menjadi budak syaitan..

Dengarlah jeritan hatiku kawan..
Diriku dalam futur yang berkepanjangan..
Ku rindu tawadhu dan tundukan pandangan..
Ku rindu nasihat2 dalam tarbiyah yang menentramkan..
Ku mohon.. Bantu aku kawan..
Jangan tinggalkan..


*************************************************


Buat sudara-saudariku, yang mulai melangkah jauh dari syariat.. kembalilah..
Jangan mau jadi yang tergantikan.. Selagi masih muda dan nyawa masih dalam raga..
Ukir namamu dalam tinta sejarah.. ambil alih dalam barisan dakwah..
Ada tidaknya kita, Islam tetap kan Menang, kita yang butuh dakwah, bukan dakwah yang butuh kita..

Aztriana.. 111210.. 21'50.. Makassar.. (^_^)v

Tahnk 2  Aztriana
Tq  by YUl PS

Entah dengan apa ku harus menggambarkan segala rasaku padamu..
Tak cukup dengan untaian kata, dan barisan kalimat indah..
Tak mampu tergambar dengan pewarna apapun, semuanya terlalu indah..
Tak kan ada kanvas yang mampu membingkai semua warna tentangmu..
Karena kau begitu indah disini.. dihatiku..

Tahukah betapa besar rasa syukurku, ketika Allah memilihku menjadi pendampingmu..
Tak pernah ku merasa cukup mensyukuri nikmat itu..
Batapa bahagiaku ketika kau memilihku diantara sekian banyak bidadari yang jauh lebih indah di luar sana..
Kau tahu dengan sangat tahu, aku hanya wanita dengan segala keterbatasan. dan kau tetap memilihku..

Duhai lelaki pilihan Allah untukku..
Tahukah betapa buncahan di dada ini seakan ingin meledak, membawaku ke awan yang hanya mampu kuekspresikan dengan air mata.
ketika dari lisanmu kau sebut namaku dalam lantunan ijab kabul yang suci.
ketika itu pula ku abdikan diriku padamu, dengan segala ketundukan yang kumiliki..
dan kau tahu, bahwa akan ku patuhi inginmu selama tak bermaksiat pada sang maha Kasih, Rabbul izzati..

Duhai Lelakiku, penghias mata dan hatiku..
Tak pernah ku lalui tiap hari, tiap jam, tiap detik kecuali kulalui hanya dengan jatuh cinta padamu..
Tak akan pernah berkurang rasa ini padamu, karena disini di hati ini kaulah yang terindah..
Dan akupun berharap dengan segala kekuranganku, kau sudi menjadikanku perhiasan terindah di mata dan hatimu..
Aku tahu, diri ini tak jelita dan tak se cerdas Aisyah, apa lagi setakwa Khadijah, Namun sungguh ku akan belajar mencintaimu seperti mereka, cinta yang terbingkai atas namaNya..

Kasihku, pewarna terindah dalam hidupku..
tahukah betapa tiap pagi kulalui dengan rasa cemas melepasmu pergi, sungguh bukannya ku tak percaya pada kesetiaanmu.
Namun mungkin karena cinta ini begitu besar padamu, dan akan berakhir dengan pelukan penuh rindu ditiap senjaku..
menyambutmu dengan segenap rindu dan cintaku.

Pelipur laraku..
Aku pun tahu betapa lelah dan penat harimu, bergelut dengan rutinitas kerjamu..
Kau lalui dengan penuh keikhlasan demi aku, demi anak-anak kita, demi kami amanahmu dariNya..
Sungguh, katika kau lelap dalam tidurmu, aku menangis menatapmu dalam wajah lelahmu..
betapa ku hargai tiap tetesan keringatmu, bukan berapa banyak yang telah kau beri, namun berapa banyak cinta dalam tiap tetes keringatmu, dalam tiap lelahmu.. Dan aku selalu merasa cukup dengan itu..

Cintaku, labuhan hatiku..
Gandeng tanganku ke JannahNya..
Jangan segan membangunkanku di 1/3 malam terakhir, bersama kita mengarungi samudra cinta dalam lautan dzikir..
jangan pernah segan menegurku dalam tiap khilafku, aku adalah wanita bisa, ada kalanya ku berbuat salah padamu, maka bersabarlah padaku, jangan membentakku atau membiarkanku..
kau tahu aku adalah kaum yang tercipta dari tulang rusuk yang bengkok..
Tatap mataku dengan cintamu, genggam tanganku dan nasihati aku dengan lembut. kau akan menemukanku menangis dalam dekapanmu.. dan kau akan kembali memiliki hatiku..

Kasihku dunia akhirat..
Kau adalah nahkodaku, kemana kau mengarahkan haluan rumah tangga kita, disitu pula aku akan mengikutimu..
Maka jadilah imam yang baik untukku, Ajarkan aku mencintaimu karenaNya..
Ridholah padaku, maka Rabb kitapun akan Riho padaku..
Mudahkanlah jalanku ke JannahNya..

Sungguh, cintaku padamu akan bertambah seiring ketakwaanmu padaNya, dan akan berkurang dengan kemaksiatanmu padaNYa.. Aku mencintaimu karena Allah..

Thanks 2 Ukhty Aztriana/Makasar
from .. tag by Yul PS

Sabtu, Desember 11, 2010

Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya:

"Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!"

Suamiku menjawab:

"Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku."

Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa. Ketika bayi kecilku berulang tahun pertama, aku mengusulkan perayaannya dengan mengkhatamkan Al Quran di rumah Lalu kubilang pada suamiku:

"Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya,Yah."

Suamiku menatap padaku seraya pelan berkata:

"Oh ya. Ide bagus itu."

Bayi kami itu, kami beri nama Ahmad, mengikuti panggilan Rasulnya. Tidak berapa lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua: Ammaa. Apppaa. Lalu ia menunjuk pada dirinya seraya berkata: Ammat! Maksudnya ia Ahmad. Kami berdua sangat bahagia dengan kehadirannya.

Ahmad tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran matematika sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang jago matematika. Ia kebanggaan keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di bidang Matematika.

Ketika Ahmad ulang tahun kelima, kami mengundang keluarga. Berdandan rapi kami semua. Tibalah saat Ahmad menjadi bosan dan agak mengesalkan. Tiba-tiba ia minta naik ke punggung papanya. Entah apa yang menyebabkan papanya begitu berang, mungkin menganggap Ahmad sudah sekolah, sudah terlalu besar untuk main kuda-kudaan, atau lantaran banyak tamu dan ia kelelahan. Badan Ahmad terhempas ditolak papanya, wajahnya merah, tangisnya pecah, Muhammad terluka hatinya di hari ulang tahunnya kelima.

Sejak hari itu, Ahamad jadi pendiam. Murung ke sekolah, menyendiri di rumah. Ia tak lagi suka bertanya, dan ia menjadi amat mudah marah. Aku coba mendekati suamiku, dan menyampaikan alasanku. Ia sedang menyelesaikan papernya dan tak mau diganggu oleh urusan seremeh itu, katanya.

Tahun demi tahun berlalu. Tak terasa Ahmad telah selesai S1. Pemuda gagah, pandai dan pendiam telah membawakan aku seorang mantu dan seorang cucu. Ketika lahir, cucuku itu, istrinya berseru sambil tertawa-tawa lucu:
"Subhanallah! Kulitnya gelap, Mas, persis seperti kulitmu!"

Ahmad menoleh dengan kaku, tampak ia tersinggung dan merasa malu.

"Salahmu. Kamu yang ingin sendiri, kan. Kalau lelaki ingin seperti aku!"

Di tanganku, terajut ruang dan waktu. Terasa ada yang pedih di hatiku. Ada yang mencemaskan aku.

Cucuku pulang ke rumah, bulan berlalu. Kami, nenek dan kakeknya, datang bertamu. Ahmad kecil sedang digendong ayahnya. Menangis ia. Tiba-tiba Ahmad anakku menyergah sambil berteriak menghentak,

"Ah, gimana sih, kok nggak dikasih pampers anak ini!"

Dengan kasar disorongkannya bayi mungil itu.

Suamiku membaca korannya, tak tergerak oleh suasana. Ahmad, papa bayi ini, segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Aku, wanita tua, ruang dan waktu kurajut dalam pedih duka seorang istri dan seorang ibu. Aku tak sanggup lagi menahan gelora di dada ini. Pecahlah tangisku serasa sudah berabad aku menyimpannya. Aku rebut koran di tangan suamiku dan kukatakan padanya:

"Dulu kau hempaskan Ahmad di lantai itu! Ulang tahun ke lima, kau ingat? Kau tolak ia merangkak di punggungmu! Dan ketika aku minta kau perbaiki, kau bilang kau sibuk sekali. Kau dengar? Kau dengar anakmu tadi? Dia tidak suka dipipisi. Dia asing dengan anaknya sendiri!"

Allahumma Shali ala Muhammad. Allahumma Shalli alaihi wassalaam. Aku ingin anakku menirumu, wahai Nabi.

Engkau membopong cucu-cucumu di punggungmu, engkau bermain berkejaran dengan mereka Engkau bahkan menengok seorang anak yang burung peliharaannya mati. Dan engkau pula yang berkata ketika seorang ibu merenggut bayinya dari gendonganmu,

"Bekas najis ini bisa kuseka, tetapi apakah kau bisa menggantikan saraf halus yang putus di kepalanya?"

Aku memandang suamiku yang terpaku.
Aku memandang anakku yang tegak diam bagai karang tajam.
Kupandangi keduanya, berlinangan air mata.
Aku tak boleh berputus asa dari Rahmat-Mu, ya Allah, bukankah begitu?
Lalu kuambil tangan suamiku, meski kaku, kubimbing ia mendekat kepada Ahmad. Kubawa tangannya menyisir kepala anaknya, yang berpuluh tahun tak merasakan sentuhan tangan seorang ayah yang didamba.
Dada Ahmad berguncang menerima belaian. Kukatakan di hadapan mereka berdua,

"Lakukanlah ini, permintaan seorang yang akan dijemput ajal yang tak mampu mewariskan apa-apa: kecuali Cinta.

Lakukanlah, demi setiap anak lelaki yang akan lahir dan menurunkan keturunan demi keturunan.

Lakukanlah, untuk sebuah perubahan besar di rumah tangga kita! Juga di permukaan dunia. Tak akan pernah ada perdamaian selama anak laki-laki tak diajarkan rasa kasih dan sayang, ucapan kemesraan, sentuhan dan belaian, bukan hanya pelajaran untuk menjadi jantan seperti yang kalian pahami. Kegagahan tanpa perasaan.

Dua laki-laki dewasa mengambang air di mata mereka.
Dua laki-laki dewasa dan seorang wanita tua terpaku di tempatnya.

Memang tak mudah untuk berubah. Tapi harus dimulai. Aku serahkan bayi Ahmad ke pelukan suamiku. Aku bilang:

"Tak ada kata terlambat untuk mulai, Sayang."

Dua laki-laki dewasa itu kini belajar kembali. Menggendong bersama, bergantian menggantikan popoknya, pura-pura merancang hari depan si bayi sambil tertawa-tawa berdua, membuka kisah-kisah lama mereka yang penuh kabut rahasia, dan menemukan betapa sesungguhnya di antara keduanya Allah menitipkan perasaan saling membutuhkan yang tak pernah terungkapkan dengan kata, atau sentuhan. Kini tawa mereka memenuhi rongga dadaku yang sesak oleh bahagia, syukur pada-Mu

Ya Allah! Engkaulah penolong satu-satunya ketika semua jalan tampak buntu.

Engkaulah cahaya di ujung keputusasaanku.

Tiga laki-laki dalam hidupku aku titipkan mereka di tangan-Mu.

Kelak, jika aku boleh bertemu dengannya, Nabiku, aku ingin sekali berkata:

Ya, Nabi. aku telah mencoba sepenuh daya tenaga untuk mengajak mereka semua menirumu!

Amin, Alkhamdulillah


SEBARKAN ke teman anda jika menurut anda catatan ini bermanfaat


++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Jika anak di besarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak di besarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak di besarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak di besarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak di besarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak di besarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak di besarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak di besarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak di besarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak di besarkan dengan penerimaan, ia belajar mencinta
Jika anak di besarkan dengan dukungan, ia belajar menenangi diri
Jika anak di besarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak di besarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawaan
Jika anak di besarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak di besarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak di besarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak di besarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

Huallahua'alm bisyawwab

Thanks 2 Safir